ROMANTISME PERJALANAN ANTAR RUANG DAN WAKTU

Judul : Semoga Dunia Tidak Hancur Hari Ini
Cerita : Franki Indrasmoro / Georgious Jovinto
Gambar : Afif Numbo
Tata aksara : Maria C. Vinka
Penerbit : Numbo Comics + Frankkomik / Jakarta, 2016
Facebook : https://www.facebook.com/franki.indrasmoro.2
https://www.facebook.com/afif.numbo
Website : https://www.frankkomik.com/

 

Saat ini, dengan mudah kita bisa menemukan komik Indonesia dengan genre drama romantis. Namun demikian, berapa banyak yang berani membuat cerita drama romantis dengan bumbu perjalanan antar ruang dan waktu (atau, cerita perjalanan antar ruang dan waktu dengan bumbu drama romantis?) Komik yang menjadi nominator untuk beberapa kategori dalam Pasar Komik Bandung Award 2016 ini menjadi penting karenanya.

Semoga Dunia Tidak Hancur Hari Ini (judul yang sangat catchy) berkisah tentang Heru, seorang jurnalis majalah kampus yang terlontar ke masa depan. Di sana, ia bertemu dengan seorang gadis bernama Lamia. Saat cinta mulai bersemi di antara mereka, paradoks ruang dan waktu dimulai. Akankah cinta mereka bertahan? Berlatar Indonesia pada salah satu titik nadirnya di masa lalu, dan Indonesia di masa depan, komik ini membawa kita melintasi ruang dan waktu dengan secercah harapan akan masa depan yang lebih baik bagi kita semua.

Komik dengan tema yang unik ini membuat saya teringat sebuah lagu berjudul ’39. Lagu yang ditulis oleh Brian May untuk band-nya, Queen, pun menjadi lagu dengan tema yang tidak biasa pada zamannya: sebuah lagu tentang para penjelajah antariksa yang pergi meninggalkan Bumi. Walau menurut hitungan mereka pergi hanya setahun, namun ternyata waktu di Bumi telah berjalan 100 tahun akibat fenomena dilatasi waktu (salah satu konsekuensi teori relativitas Albert Einstein).

Dari segi cerita, ide Franki Indrasmoro alias Pepeng Naif yang dieksekusinya dengan matang bersama Georgious Jovinto berhasil membuat Semoga Dunia Tidak Hancur Hari Ini menjadi nasionalis tanpa menggurui dan atau terperangkap dalam jebakan klise, romantis tanpa berujung cengeng, dan tetap menjadi inspiratif pada saat yang sama. Tak heran bila komik ini menjadi salah satu nominator untuk kategori Carita Panghadena / Outstanding Story pada ajang Pakoban Award dan Komik Asli Panghadena / Outstanding Original Comic dalam perhelatan Pasar Komik Bandung 2016 lalu.

Porsi adegan berciuman yang rasanya agak terlalu sering tidak membuat ilustrasi Afif Numbo menjadi kering. Sebaliknya, Afif seakan-akan sedang bermain-main dengan gaya visual salah seorang ilustrator favoritnya, Sean Murphy (Hellblazer, American Vampire, Tokyo Ghost dan masih banyak lagi). Komik ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu komikus papan atas negeri ini, dengan etos kerja papan atas pula. Dengan tata tutur visual yang mengalir baik, Afif berhasil membawa kita maju mundur melalui ruang dan waktu dengan formula konstruksi dramatik yang pas.

Jika komik ini sudah demikian menarik dalam grayscale, bayangkan bagaimana visualisasinya dalam tata warna penuh. Bentuk panelling yang sekiranya dapat lebih bervariasi akan membantu pembaca untuk merasakan perpindahan ruang dan waktu, pun dengan perbedaan tata warna untuk membedakan masa lalu dan masa depan. Peran Maria C. Vinka sebagai letterer / penata aksara pun tak bisa dipandang sebelah mata dalam membangun keutuhan komik ini. Tentunya kehadiran sosok Rhoald Marcellius sebagai salah satu cameo di sini (bisa jadi, masih banyak cameo lainnya yang luput dari radar penulis) bukan menjadi sebab Afif Numbo mendapat nominasi untuk kategori Komikus Panghadena / Outstanding Artist di ajang yang sama.

Don’t you hear my call, though you’re many years away
Don’t you hear me calling you
Write your letters in the sand
For the day I take your hand
In the land that our grandchildren knew…

Sebagai makhluk, tentunya kita tidak akan kuasa menolak jika Sang Pencipta berkehendak. Namun demikian, walau sebentar, kita masih dapat menyaksikan matahari bersinar: menerangi dunia menyambut harapan… dan dalam keheningan do’a, kita tetap berdo’a agar rasa sakit yang ada berakhir bahagia: Semoga Dunia Tidak Hancur Hari Ini.

Bapakranger Immy
.img[at].img / .img[at].img

No Comments

Post A Comment